PROMOTOR WILAYAH LAMPUNG

LICENSED PROMOTOR STIFIN

SPECIALIST:
Branding, Learning, Teaching, Mental Health, Politic

Sebenarnya Apa Itu Konsep STIFIn

STIFIn adalah metode pemetaan potensi dan kepribadian diri yang didasarkan pada identifikasi bagian mesin kecerdasan (fungsi otak yang paling dominan digunakan sebagai sistem operasi bawah sadar) melalui Tes STIFIn dengan memindai sidik jari. [1, 2, 3]
Konsep ini dikembangkan di Indonesia oleh Farid Poniman sejak tahun 1999 dengan menggabungkan teori psikologi (seperti C.G. Jung), konsep fungsi kerja otak, dan ilmu sidik jari (dermatoglifi). [1, 2, 3]
5 Mesin Kecerdasan (STIFIn)
Kata STIFIn merupakan akronim dari lima sistem operasi otak yang menjadi dasar pembagian tipe kepribadian: [1, 2]
  • Sensing (S): Mengandalkan panca indera, memiliki daya ingat kuat, disiplin, rajin, dan berorientasi pada data serta fakta nyata. [1, 2]
  • Thinking (T): Mengandalkan logika dan kemampuan berfikir rasional, berorientasi pada sistem, efisiensi, serta keadilan objektif.
  • Intuiting (I): Mengandalkan kreativitas, imajinasi, gagasan abstrak, dan orientasi pada masa depan atau hal-hal yang bersifat inovatif. [1]
  • Feeling (F): Mengandalkan perasaan dan emosi, memiliki kepekaan sosial tinggi, kepemimpinan berbasis hubungan, serta orientasi pada nilai kemanusiaan.
  • Insting (In): Mengandalkan nurani, cepat tanggap, serba bisa (generalis), dan memiliki kecenderungan kuat untuk menolong atau berkorban bagi sesama (altruist). [1]
Pembagian Tipe Kepribadian (Kemudi/Drive)
Selain lima mesin kecerdasan di atas, masing-masing tipe (kecuali Insting) dibagi lagi berdasarkan arah kemudi atau drive kecerdasan, yaitu Introvert (proses energi dari dalam ke luar) dan Extrovert (proses energi dari luar ke dalam). Hal ini menghasilkan total 9 variasi kepribadian genetik yang sifatnya tetap dan tidak akan berubah seumur hidup. [1, 2, 3, 4, 5]